Artikel >> Detail

Memakmurkan Masjid Agar Selalu Dekat Allah SWT
Posted by Disadur dari buku Tafsir Irsyadi karya Dr. Atabik   |   view : 198
Jumat,16 September 2016 06:42:56 WIB

Memakmurkan Masjid Agar Selalu Dekat Allah SWT

 

???????? ???????? ????????? ??????? ???? ????? ????????? ??????????? ???????? ????????? ?????????? ?????? ?????????? ?????? ?????? ?????? ??????? ? ???????? ?????????? ???? ????????? ???? ??????????????

 

”Orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang- orang yang mendapat petunjuk.” (at-Taubah [9] : 18) - -Dlm al-Qur’an hanya terdapat dua ayat yg berbicara ttg pemberdayaan masjid, yaitu surah at-Taubah ayat 17 dan surah at-Taubah ayat 18. 

- Al-Qur’an menggunakan redaksi ya’muru, yang bermakna pemakmuran atau pemberdayaan. 

- Menarik, keduanya berbicara secara terbalik, saling bertentangan. Dikatakan ”bertentangan” atau kontradiktif karena ayat 17 berbicara tentang penafian Allah terhadap kemungkinan

orang-orang musyrik melakukan pemberdayaan masjid, sementara ayat 18 berbicara tentang mereka yang layak dan berhak melakukan pemberdayaan.

- Ayat 18 ini dapat dipahami dari dua sudut pandang yg berbeda tentang pelaku pemberdayaan masjid. Pertama, yang benar-benar memberdayakan masjid hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian (akhirat). 

- Mengingat secara korelatif ayat sebelumnya berbicara tentang mereka yang tidak layak dan tidak berhak memakmurkan masjid karena kesyirikan yang melekat di dada mereka. Kedua, jaminan Allah bagi para pelaku pemberdayaan masjid, bahwa mereka adalah orang-orang yang akan senantiasa dijaga keimanannya oleh Allah.

- Pemahaman kedua terhadap ayat 18 dari surah at- Taubah ini dapat ditemukan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan al-Hakim, bahwa jaminan eksistensi dan keberlangsungan iman seseorang di antaranya terletak pada besarnya volume menghadiri aktivitas masjid (memakmurkannya), ”Jika kalian melihat seseorang kerap hadir di masjid maka persaksikanlah bahwa ia seorang yang beriman”. Setelah itu Rasulullah membaca surah at-Taubah ayat 18. 

- Imam asy-Syaukani menguatkan, bahwa melalui ayat ini Allah hendak menunjukkan kelompok yang berhak dan mampu melakukan pemberdayaan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat muslim.

( Disadur dari buku Tafsir Irsyadi karya Dr. Atabik Luthfi, MA)