Sikap & Aksi >> Detail

Najamudin Komisi IV DPRD Kota Bogor Tolak Kenaikan Tarif PDAM
Posted by Admin  |   view : 20   |   Komentar : 0
Senin,19 Maret 2018 03:20:29 WIB

Dalam  rapat direksi,Rencana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan menaikan tarif PDAM sebesar 25 persen mendaoat tanggapan serius dari salah satu anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor H. Najamudin. 

Anggota Komisi IV DPRD yang membidangi kesejahteraan rakyat ini menolak kenaikan tarif PDAM sebesar 25 persen.  “Saya sebagai wakil rakyat dari Komisi IV DPRD Kota Bogor menolak kenaikan tarif PDAM, karena saat ini masyarakat sudah terbebani dengan naiknya harga – harga kebutuhan pokok,' tegas Najamudin (17/3/2018).

Terkait alasan kebutuhan operasional atau kebutuhan yang lainnya  dari PDAM, Najamudin menyatakan, bahswa itu  bukan satu satunya cara menaikkan tarif PDAM.  “ Mohon Plt Walikota betul betul mengkaji PDAM agar efektif dan efisien dalam mengelola BUMD milik Pemkot Bogor itu," tegas politisi PKS tersebut.

Najamudin menambahkan, saatnya PDAM memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat Bogor disemua lapisan.  "Jadi, Pemerintah Kota Bogor wajib  memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak khususnya penyediaan air bersih," harapnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tahun ini berencana menaikan tarif sebesar 25 persen. "Terkait kenaikan tarif ini, sudah saya sampaikan kepada Plt Walikota Bogor. InsyaAllah tahun ini tapi untuk pastinya bulan kapan, kami belum tahu," kata Dirut PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Sanjaya.

Deni menambahkan, sudah lama PDAM Tirta Pakuan belum menaikan tarif air.  Terakhir kali,  kenaikan terjadi sekitar tahun 2012. "Dalam Perda kenaikan tarif diperkenankan dua tahun sekali dengan kenaikan maksimal 25 persen. Tahun ini,  tidak jauh dari angka itu. "Kami sedang siapkan drafnya dulu, baru nanti disosialisasikan ke masyarakat." jelasnya

Ia berjanji kenaikan  tarif nantinya akan diiringi dengan peningkatan pelayanan dari PDAM seperti 100 persen cakupan pelayanan,  20 persen peningkatan penurunan kehilangan air dan  kontinuitas pengaliran 24 jam. *(red)