Sikap & Aksi >> Detail

Najamudin Hadiri Safari Gerakan Nasional Membaca Dalam Tingkatkan Minat Baca
Posted by Admin  |   view : 37   |   Komentar : 0
Jumat,08 September 2017 01:05:56 WIB

Untuk meningkatkan budaya gemar membaca, Dinas Kearsipan dan perpustakaan (Diskarpus) Kota Bogor bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menyelenggarakan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca dengan mengambil tema “Implementasi Revolusi Mental Melalui GerakanNasional Gemar Membaca Dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat” di Gedung Konservasi LIPI, jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bogor, Rabu (30/08/17).

Acara tersebut dibuka secara resmi Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asperbangkesra) Setdakot Bogor Edgar Suratman mewakili Wali Kota Bogor. Komisi A DPRD Kota Bogor H. Najamudin mewakili DPRD Kota Bogor sebagai mitra Dinas Arsip dan Perpustakaan. Menurut Edgar, kegiatan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca ini merupakan mementum dan motivasi, khususnya para pelajar dan masyarakat gemar membaca serta pegiat literasi. Ia berharap momentum ini bisa meningkatkan kiat-kiat manajemen di Sekolah tentang bagaimana perpustakaan itu bisa berfungsi.

“Harus ada peningkatan manajemen dalam pelatihan diklat para pengelola perpustakaan dan para siswa diberikan motivasi untuk dapat meningkatkan minat baca yang lebih maksimal, sehingga menjadi kultur keseharian,” katanya.

Edgar menambahkan, harus ada evaluasi dan monitoring setelah kegiatan gerakan membaca ini dan diharapkan Dinas Pendidikan (Disdik) dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Diskarpus) saling bersinergis untuk dapat menyiapkan sarana dan prasarana membaca.

Sementara itu Kepala Perpusnas M. Syarif Bando menerangkan, budaya membaca saat ini sangat tinggi dan dibuktikan dengan hadirnya pegiat literasi yang datang ditempat-tempat tertentu, seperti di taman bacaan, di pinggir pantai dan di kampung-kampung.

“Di desa-desa ketika ada pegiat literasi menggelar taman bacaan, anak-anak sampai rebutan, ada yang tidak dapat buku bisa sampai menangis, itu menunjukkan budaya baca anak-anak kita sangat tinggi, tapi yang mau dibaca tidak ada,” akunya.

Ia mengaku, saat ini pihaknya membutuhkan pustakawan kurang lebih 125 ribu untuk seluruh Indonesia, sedangkan yang ada hanya 3 ribu pustakawan, kemudian solusinya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Kemanpan RB) mengeluarkan Permenpan Nomor 26 tahun 2016 tentang Inpassing dimana regulasi ini mengatur bagaimana para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkeinginan beralih jabatan fungsional.

”Kami sedang menjaring PNS yang berminat untuk menjadi pustakawan terhitung mulai dari April 2016 sampai dengan Desember 2018 nanti,” terangnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Diskarpus Kota Bogor Agung Prihatno, Sekretaris Diskarpus Kota Bogor Encep Moh. Ali Alhamidi, anggota DPRD Kota Bogor Najamudin, anggota DPR RI Anang Hermansyah. (Red)